Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 20 ayat (2) dinyatakan: “Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat”. Pada Pasal 24 ayat (2) disebutkan: “Perguruan tinggi memiliki otonomi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian masyarakat”. Ketiga aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut dilaksanakan dengan  proporsi  yang seimbang, harmonis, dan terpadu dengan  harapan  agar  kelak  para  lulusan  Perguruan Tinggi dapat menjadi manusia yang berilmu pengetahuan, memadai dalam  bidang masing-masing, mampu melakukan penelitian dan bersedia mengabdikan diri demi kemaslahatan umat manusia pada umumnya dan masyarakat Indonesia pada khususnya. Untuk mempraktekkan ilmu dan menerapkan hasil penelitian yang dilakukan oleh civitas akademika, maka perlu suatu media yang mendukung.

Berdasarkan hal tersebut yang bersifat normatif dan keadaan faktual, maka perlu diperhatikan dalam implementasi pendidikan di Perguruan Tinggi khususnya dalam implementasi Mata Kuliah Berkehidupan Bersama (MBB), dimana peserta didik berbaur dengan masyarakat dalam rangka mencari solusi dalam kehidupan masyarakat yang nyata. Hal tersebut bisa berjalan dengan baik dalam situasi dan kondisi yang normal, akan tetapi dalam situasi dan kondisi yang ekstrim seperti sekarang ini, dimana seluruh dunia sedang menghadapi wabah pandemi virus corona atau dikenal dengan Corona Virus Disease 19 (COVID 19). Kebijakan Pemerintah Indonesia dengan adanya wabah tersebut yaitu menjaga jarak (social distancing), tinggal di rumah saja (Stay at Home), Bekerja dari rumah (Work From Home), dan sekarang muncul lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dimana membatasi masyarakat untuk tidak bepergian keluar rumah kecuali terpaksa seperti memenuhi kebutuhan pokok dan lainnya. Hal ini menjadikan Semua orang terpaksa harus berdiam diri di rumah demi memutus rantai penyebaran COVID-19.

Kondisi seperti di atas menjadi perhatian pengelola LPPM STMIK AUB Surakarta dalam mengimplementasikan sistem pembelajaran yang berdasarkan UU RI Nomor 20 Tahun 2003, perkembangan kemajuan IPTEK dan kondisi aktual yang terjadi di Indonesia. LPPM STMIK AUB Surakarta sebagai penyelenggara Mata Kuliah KKN telah berkoordinasi dengan pimpinan STMIK AUB Surakarta untuk melaksanakan kegiatan KKN selama terjadinya wabah Pandemi Covid 19 dengan KKN Back to Village (KKN-BV) pada Tahun Akademik 2020/2021. Berikut diterbitkan Pedoman KKN Back to Village STMIK AUB Surakarta Tahun 2020/2021 sebagai petunjuk mahasiswa dalam menjalankan program KKN

Download Buku Pedoman KKN BV 2020 REVISI OK
 

Tags: , ,